Sawitchem.com - Aloksan monohidrate adalah bahan yang sering digunakan pada penelitian diabetes. Fungsinya untuk meningkatkan kadar gula darah pada hewan uji, sebelum diberikan perlakuan ekstrak tanaman. Penggunaan Alloxan monohydrate di indonesia masih menjadi pilihan utama dalam hal pencarian bahan alam untuk mengobati diabetes.

Seperti sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2014 oleh mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak. Uji efek hipoglikemik ekstrak etanol lidah buaya terhadap kadar gula darah tikus wistar diteliti oleh Esteria R. Hutabarat. Dalam penelitiannya menemukan efek dari ekstrak lidah buaya mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus wistar yang diinduksi aloksan.

Ekstrak lidah buaya (Aloe Vera) diperoleh dengan cara maserasi. Simplisia dalam bentuk kering direndam dalam alkohol lalu disari dan dipekatkan menggunakan alat rotary evaporator. Dan induksi alloxan dilakukan melalui injeksi intraperitonial pada tikus putih.

Dalam penelitian ini, kelompok dibagi dalam 5 kelompok dengan rincian masing-masing kelompok terdiri dari dosis 1 (250mg/kgBB), dosis 2 (500mg/kgBB), dosis 3 ekstrak lidah buaya(1000 mg/kgBB). Kelompok lain sebagai kontrol positif menggunakan metformin sebagai pembanding, dan kelompok kontrol negatif menggunakan CMC 0,5%. Penelitian berlangsung selama 7 hari.

Sebelum diambil darahnya, tikus dipuasakan selama 8-12 jam. Darah diambil melalui sinus retroorbita. Pengukuran kadar glukosa dilakukan sebanyak 4 kali yaitu pada saat awal (setelah aklimatisasi), 3 hari pasca induksi aloksan (pre-test), pada hari ke-4 perlakuan (post-test 1) dan pada hari ke-8 perlakuan (post-test 2).

Proses induksi diabetes pada tikus diberikan diet tinggi protein (1 butir putih telur untuk setiap ekor tikus setiap harinya) selama 1 minggu setelah aklimatisasi. Kemudian diinduksi dengan aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 155 mg/kgBB untuk memicu diabetes. Tikus yang diabetes ditandai dengan kadar glukosa darah lebih dari 200 mg/dl.

Pada penelitian ini, penurunan gula darah tikus pada ekstrak lidah buaya lebih besar daripada kontrol positif metformin. Dosis terbaik ekstrak lidah buaya menurunkan kadar gula darah didapatkan pada dosis I (250 mg/kgBB). Maka dapat ditarik kesimpulan Ekstrak etanol daun lidah buaya diduga memiliki efek dalam penurunan kadar glukosa darah lebih baik daripada metformin. Dosis efektif ekstrak etanol daun lidah buaya untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah 250 mg/kgBB secara in vivo pada hewan uji.

Pengembangan ilmu pengetahuan sudah banyak dilakukan Universitas Tanjungpura (Untan) dalam tujuannya membangun negeri. Naskah publikasi ilmiah dari berbagai fakultas bisa menjadi tolak ukur untuk memajukan indonesia bersama UNTAN membangun negeri. Dengan meningkatnya taraf pendidikan bangsa, indonesia bisa berjaya dimasa mendatang.

Naskah penelitian Full Teks